_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"www.ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"http://www.ilmumanajemenindustri.com","Category":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/category/dasar-dasar-manajemen/","Archive":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/2017/10/","Post":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/pengertian-gross-profit-margin-marjin-laba-kotor-rumus-gpm/","Page":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/daftar-isi-ilmu-manajemen-industri/","Attachment":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/pengertian-gross-profit-margin-marjin-laba-kotor-rumus-gpm/pengertian-marjin-laba-kotor-gross-profit-margin-dan-rumusnya/","Nav_menu_item":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/446/","Insertpostads":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/insertpostads/native-ads/"}}_ap_ufee

Kondisi-kondisi dalam Pengambilan Keputusan

Kondisi dalam pengambilan keputusan

Kondisi-kondisi dalam Pengambilan Keputusan (Decision Making) – Pengambilan Keputusan merupakan suatu fungsi yang sangat penting bagi Manajemen. Keputusan yang diambil pada dasarnya adalah berdasarkan informasi yang diterima oleh pihak manajemen dalam berbagai kondisi dan akan mempengaruhi pihak manajemen dalam mengambil suatu keputusan. Kondisi-kondisi tersebut dapat berupa kondisi pasti (Certainty), kondisi tidak pasti (uncertainty) dan kondisi beresiko (Risk).

3 Kondisi dalam Pengambilan Keputusan

Berikut ini beberapa pembahasan singkat mengenai kondisi-kondisi yang mempengaruhi manajemen dalam pengambilan Keputusan.

Kondisi Pasti (Certainty)

Yang dimaksud dengan kondisi pasti (Certainty) adalah kondisi dimana pihak manajemen atau manajer memiliki informasi yang cukup untuk mengetahui hasil keputusan sebelum keputusan tersebut dibuat. Manajer mengetahui dengan jelas alternatif yang tersedia serta kondisi dan konsekuensi dari tindakan pengambilan keputusan tersebut. Kemungkinan kesalahan dalam pengambilan keputusan dalam kondisi pasti ini relatif kecil.

Teknik-teknik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan pengambilan keputusan dalam kondisi pasti ini diantaranya seperti program linear atau analisis jaringan kerja  yaitu CPM (Critical Path Method)  atau PERT (Project Evaluation and Review Technique)

Kondisi Risiko (Risk)

Ketika seorang Manajer tidak memiliki informasi yang lengkap dalam mengambil suatu keputusan maka timbulah risiko (Risk). Manajer yang bersangkutan mungkin memahami permasalahan yang terjadi dan juga memiliki alternatifnya, namun manajer tidak dapat memastikan apakah alternatif-alternatif yang diberikan tersebut dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi sesuai dengan hasil yang diharapkannya.  Dalam situasi risiko ini, manajer harus menentukan probabilitas yang terkait dengan setiap alternatif atas dasar informasi yang tersedia dan juga berdasarkan pengalamannya.

Teknik yang sering digunakan untuk pengambilan keputusan dalam kondisi Risiko ini teknik probabilitas seperti model keputusan probabilistik, model inventori probabilistik, model antrian probabilistik.

Kondisi Tidak Pasti (Uncertainty)

Dibawah kondisi Tidak Pasti, Keputusan yang diambil penuh dengan ketidakpastian, probabilitas hasil dari pengambilan keputusan tersebut tidak diketahui. Kondisi tidak pasti ini bisa saja timbul dikarenakan minimnya informasi yang diterima. Manajer yang mengambil keputusan dalam kondisi tidak pasti ini harus membuat asumsi tertentu tentang situasi yang dihadapi untuk memberikan kerangka yang wajar untuk pengambilan keputusan. Intuisi, penilaian dan pengalaman Manager tersebut memegang peranan yang sangat penting dalam proses pengambilan keputusan dalam kondisi yang penuh dengan ketidakpastian ini.

Teknik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan pengambilan keputusan dalam kondisi tidak pasti ini diantaranya seperti Metode Maximax, Metode Maximin, Metode Regret, Metode Laplace dan Metode Realisme.

Baca juga : Pengertian Pengambilan Keputusan (Decision Making) dan Jenis-jenisnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*