_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"www.ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"http://www.ilmumanajemenindustri.com","Category":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/category/manajemen-kualitas/","Archive":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/2016/11/","Post":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/sistem-manajemen-yang-wajib-diterapkan-pada-industri-manufakturing/","Page":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/daftar-isi-ilmu-manajemen-industri/","Attachment":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/sistem-manajemen-yang-wajib-diterapkan-pada-industri-manufakturing/sistem-manajemen-yang-wajib-yang-diterapkan-pada-industri-manufakturing/","Nav_menu_item":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/76/"}}_ap_ufee

Pengendalian Persediaan dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ)

Pengendalian Persediaan dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ) – Persediaan merupakan sumber daya yang harus disimpan oleh organisasi dalam antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan, sumber daya yang dimaksud ini dapat berupa Material (bahan), Mesin, Uang maupun Tenaga kerja. Dua keputusan utama yang berkaitan dengan pengendalian persediaan tersebut adalah berapa banyak sumber daya yang harus dipesan (dibeli atau diproduksi) dan kapan waktunya untuk melakukan pemesanan (pembelian atau produksi) untuk mengurangi biaya-biaya persediaan tersebut.
Baca juga : Pengertian Manajemen Persediaan dan Biaya-biayanya.

Terdapat dua biaya yang harus dipertimbangkan pada saat melakukan keputusan terhadap “jumlah yang harus dipesan”, yaitu biaya penyimpanan (carrying cost/holding cost) dan biaya pemesanan (ordering cost/acquisition cost). Jika jumlah kuantitas yang dipesan meningkat maka biaya penyimpanan akan meningkat sedangkan biaya pemesanan akan menurun. Oleh karena itu, diperlukan suatu perhitungan yang berfungsi untuk menyeimbangkan kedua biaya tersebut. Salah satu metode yang paling sering digunakan dalam menentukan jumlah kuantitas pesanan pada Manajemen Persediaan adalah Metode Economic Order Quantiy (EOQ) atau dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan Jumlah Pemesanan Ekonomis.

Hubungan Biaya Pemesanan dengan Biaya Penyimpanan

Pengendalian Persediaan dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ)

Rumus Economic Order Quantity (EOQ)

Rumus Perhitungan Economic Order Quantity atau EOQ tersebut adalah sebagai berikut :
(dikutip dari buku Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi, T. Hani Handoko, 2011:340)

Rumus Economic Order Quantity (EOQ)

Dimana :

D = Penggunaan atau permintaan yang diperkirakan per periode waktu
S = Biaya Pemesanan (Persiapan pesanan dan Penyimpanan mesin) per pesanan
H = Biaya Penyimpanan per unit per tahun

Model EOQ ini dapat diterapkan apabila anggapan-anggapan berikut ini dipenuhi :

  1. Permintaan akan produk adalah konstan, seragam dan diketahui (deterministik).
  2. Harga per unit produk adalah konstan.
  3. Biaya Penyimpanan per unit per tahun (H) adalah Konstan.
  4. Biaya Pemesanan per pesanan (S) adalah konstan.
  5. Waktu antara pesanan dilakukan dan barang-barang diterima (Lead Time, L) adalah Konstan.
  6. Tidak terjadi kekurangan barang atau “Back Orders”.

Contoh Kasus Perhitungan Economic Order Quantity (EOQ) :

Sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang Manufaktur Smartphone memerlukan bahan baku yang berupa Adaptor sebanyak 60.000 unit per tahun. Biaya pemesanan untuk mendapatkan Adaptor tersebut adalah sebesar Rp. 200,- per order. Sedangkan biaya penyimpanannya adalah sebesar Rp.0,5 /unit/tahun. Hari kerja pertahun adalah sebanyak 298 hari. Lead Time atau Waktu tunggu untuk pengiriman Adaptor tersebut adalah selama 10 hari.

Dari Contoh kasus tersebut, kita dapat menghitung :

  1. EOQ atau Jumlah Pemesanan Ekonomisnya.
  2. Biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan barang tersebut.
  3. Frekuensi terbaik untuk menempatkan pesanan tersebut dalam 1 tahun.
  4. Durasi EOQ akan habis dikonsumsi oleh perusahaan.
  5. Titik pemesanan kembali atau Reorder Point.
  6. Bagan Persediaan Perusahaan pada Adaptor tersebut.

Diketahui :

S = Rp. 200,- per pesanan
D = 60.000 unit per tahun
H = Rp. 0,5,- per unit/tahun
L = 10 hari
L = 14 hari

Penyelesaian :

1. Jumlah Pemesanan Ekonomis (Economic Order Quantity / EOQ) :

 

Contoh Kasus Perhitungan EOQ

 

2. Cara Menghitung Biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan barang tersebut.

TC = (HxQ/2) + (S.D/Q)

TC = (0,5 x 6.928 / 2) + (200 x 60.000/6.928)

TC = Rp. 1.732 + Rp. 1.732

TC = Rp. 3.464,-

 

3. Cara Menghitung Frekuensi terbaik untuk menempatkan pesanan tersebut dalam 1 tahun.

Frekuensi Pemesanan per Tahun = D/Q

Frekuensi Pemesanan per Tahun =60.000/6.928

Frekuensi Pemesanan per Tahun = 8,66 atau dibulatkan menjadi sekitar 9 kali

 

4. Cara Menghitung durasi habisnya EOQ.

Durasi habis EOQ = 298/9

Durasi habis EOQ = 33 hari.

 

5. Cara Menghitung Reorder Point atau Titik pemesanan kembali

Reorder Point = L x D / Hari kerja setahun

Reorder Point = 10 x 60.000 / 298

Reorder Point = 2.013

 

6. Bagan Persediaan Perusahaan pada Adaptor

Bagan Persediaan (Perhitungan EOQ)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*