_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"www.ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"http://www.ilmumanajemenindustri.com","Category":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/category/manajemen-kualitas/","Archive":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/2016/11/","Post":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/sistem-manajemen-yang-wajib-diterapkan-pada-industri-manufakturing/","Page":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/daftar-isi-ilmu-manajemen-industri/","Attachment":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/sistem-manajemen-yang-wajib-diterapkan-pada-industri-manufakturing/sistem-manajemen-yang-wajib-yang-diterapkan-pada-industri-manufakturing/","Nav_menu_item":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/76/"}}_ap_ufee

Pengertian Kompensasi dalam Manajemen Sumber Daya Manusia

Pengertian Kompensasi dalam Manajemen Sumber Daya Manusia

Pengertian Kompensasi dalam Manajemen Sumber Daya Manusia – Setiap Pekerja pasti mengharapkan kompensasi dari perusahaan yang memperkerjakannya sebagai balas jasa atas pekerjaan mereka. Bagi Perusahaan, suatu sistem kompensasi yang baik dan efektif akan dapat lebih mudah untuk memperoleh dan mempertahankan karyawan yang dibutuhkannya. Jadi pada hakikatnya, Sistem Kompensasi yang baik akan dapat menguntungkan keduabelah pihak baik bagi Karyawan itu sendiri maupun bagi Perusahaan yang menerapkannya. Hubungan antara Perusahaan dan Karyawan pada dasarnya adalah hubungan yang saling menguntungkan atau biasanya disebut dengan hubungan Simbiosis Mutualistis.

Secara sederhana, Kompensasi (compensation) dapat kita definisi sebagai segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa atas hasil kerja mereka. Kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawannya dapat berupa Uang maupun pemberian materil (benda)/Fasilitas ataupun kesempatan berkarir yang lebih baik. Pemberian uang dapat berupa Gaji, pemberian Bonus, pembagian laba, upah lembur kerja, komisi penjualan, Insentif dan tunjangan, sedangkan pemberian Materil (benda) dan Fasilitas dapat berupa menyediakan Tempat tinggal, Transportasi atau mobil, dan Saham perusahaan.

Seperti yang disebutkan sebelum, sebuah paket kompensasi yang baik akan dapat menarik dan mempertahankan karyawannya. Seorang Karyawan mengharapkan Kompensasi yang adil untuk dapat menutupi biaya hidup dasarnya dan dapat menyisihkan sebagian pendapatan tersebut untuk tabungan dan keperluan rekreasi.

Tujuan Kompensasi dalam Manajemen SDM

Setiap Kegiatan yang dilakukan pasti memiliki tujuan yang ingin yang dicapainya, demikian juga sistem kompensasi yang diterapkan oleh perusahaan. Berikut ini adalah beberapa Tujuan yang ingin dicapai dari Pemberian Kompensasi:

  1. Memperoleh Karyawan yang bermutu dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
  2. Mempertahankan Karyawan yang ada sekarang.
  3. Menghargai Prestasi Kerja, Produktivitas dan Loyalitas Karyawan.
  4. Menjamin Keadilan.
  5. Mengendalikan biaya-biaya terutama pada biaya-biayarekrutmen dan pelatihan yang dikeluarkan saat adanya pergantian karyawan.
  6. Memenuhi peraturan-peraturan pemerintah.

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya Kompensasi

Menurut Prof. DR. H. Edy Sutrisno, M.Si dalam bukunya yang berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia (2016:199) mengemukakan bahwa besar kecilnya kompensasi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya Kompensasi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Tingkat biaya hidup
  2. Tingkat Kompensasi yang berlaku di perusahaan lain.
  3. Tingkat Kemampuan perusahaan
  4. Jenis pekerjaan dan besar kecilnya tanggung jawab
  5. Peraturan perundang-undangan yang berlaku
  6. Peranan Serikat Buruh.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*