_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"www.ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"http://www.ilmumanajemenindustri.com","Category":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/category/manajemen-kualitas/","Archive":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/2016/11/","Post":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/sistem-manajemen-yang-wajib-diterapkan-pada-industri-manufakturing/","Page":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/daftar-isi-ilmu-manajemen-industri/","Attachment":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/sistem-manajemen-yang-wajib-diterapkan-pada-industri-manufakturing/sistem-manajemen-yang-wajib-yang-diterapkan-pada-industri-manufakturing/","Nav_menu_item":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/76/"}}_ap_ufee

Pengertian Metode 5W1H dalam Manufakturing

Pengertian Metode 5W1H

Pengertian Metode 5W1H dalam Manufakturing – Dalam perusahaan manufakturing terutama di bagian produksi dan pengendalian kualitas (QC), kita sering mendengar adanya istilah yang disebut dengan 5W1H (Five Ws One H). 5W1H pada dasarnya adalah suatu metode yang digunakan untuk melakukan investigasi dan penelitian terhadap masalah yang terjadi dalam proses produksi. Konsep ataupun Metode 5W1H ini tentunya tidak hanya dapat digunakan dalam proses produksi. Saat ini penelitian-penelitan, investigasi kriminal ataupun jurnalisme juga mengunakan metode 5W1H untuk mengumpulkan informasi.

5W1H merupakan singkatan dari 5W yaitu What, Where, When, Why, Who dan 1H yaitu How. Jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia adalah :

What = Apa
Where = Dimana
When = Kapan
Why = Mengapa
Who = Siapa
How = Bagaimana

Untuk mempermudah ingatnya, kita juga dapat menyingkatkannya menjadi Adik Simba (Apa, dimana, kapan, Siapa, mengapa, bagaimana) atau Asdikamba (Apa, siapa, dimana, kapan, mengapa, bagaimana)

Metode 5W1H (Lima “W” Satu “H”) ini juga disebut dengan Metode Kipling (Kipling Method) karena istilah 5W1H ini pada awalnya adalah diambil dari Puisi Rudyard Kipling pada tahun 1902 yang isinya adalah sebagai berikut :

I have six faithful serving men
They taught me all I knew
Their names are What and Where and When
And Why and How and Who

Dalam penerapannya dalam proses produksi, kita dapat menggunakan Metode 5W1H ini untuk mengumpulkan informasi dan menganalisis permasalahan terjadi sehingga kita dapat mengambil solusi yang tepat untuk mengatasinya.

Contoh Metode 5W1H

Berikut ini adalah contoh sederhana penerapan Metode 5W1H  dalam memperbaiki masalah kualitas yang terjadi.

Permasalahan : Terjadinya Komponen Pecah (Component Crack) di Produksi

Mengumpulkan informasi dengan menggunakan Metode 5W1H :

What     : Apa yang terjadi? Terjadinya Komponen Pecah

Where   : Proses mana yang menyebabkannya? Di Proses Testing

When    : Kapan itu terjadi? Saat Press Bar Jig menekan PCB

Why       : Mengapa itu terjadi? Karena posisi Press Bar tidak tepat sehingga menyentuh/menekan komponen yang terdapat diatas PCB

Who      : Siapa yang melakukannya? Teknisi Produksi

How       : Bagaimana mengatasinya? Segera perbaiki posisi Press Bar Jig dan membuat tanda untuk menunjukan posisi Press Bar yang benar.

Kadang-kadang dalam bahasa Inggris, How juga diartikan menjadi How Many (Berapa banyak) dan How much (berapa biayanya)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*