_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"www.ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"http://www.ilmumanajemenindustri.com","Category":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/category/manajemen-kualitas/","Archive":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/2016/11/","Post":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/sistem-manajemen-yang-wajib-diterapkan-pada-industri-manufakturing/","Page":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/daftar-isi-ilmu-manajemen-industri/","Attachment":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/sistem-manajemen-yang-wajib-diterapkan-pada-industri-manufakturing/sistem-manajemen-yang-wajib-yang-diterapkan-pada-industri-manufakturing/","Nav_menu_item":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/76/"}}_ap_ufee

Pengertian Takt Time dan Cara Menghitungnya

Pengertian Takt Time dan Cara Menghitung Takt Time

Pengertian Takt Time dan Cara Menghitungnya – Untuk dapat menghasilkan jumlah unit sesuai dengan permintaan pelanggan, pihak produksi perlu melakukan perhitungan terhadap kecepatan waktu yang dibutuhkannya. Kecepatan waktu ini biasanya disebut dengan “Takt Time”.

Kata “Takt” berasal dari bahasa Jerman yaitu “Taktzeit yang artinya adalah Irama Musik.  Jadi pada dasarnya, dimaksud dengan Takt Time adalah waktu yang tersedia untuk menghasilkan setiap unit produk untuk memenuhi permintaan pelanggan. Dengan kata lain, Takt Time adalah kecepatan yang harus dicapai oleh produksi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Dengan demikian, Manajemen yang menangani produksi harus mengatur prosesnya sesuai dengan Takt Time yang ditentukan agar jumlah unit yang diproduksi sesuai dengan jumlah unit yang dibutuhkan oleh Pelanggan.

Sebagai contoh, jika Takt Time dalam memproduksi setiap unit produk adalah 30 detik, maka setiap waktu 30 detik harus ada unit baru yang dihasilkan oleh lini produksi tersebut.

Cara Menghitung Takt Time

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Takt Time adalah Waktu yang dibutuhkan oleh produksi dalam menghasilkan setiap unit produk agar dapat memenuhi permintaan pelanggan. Pada umumnya, perhitungannya melibatkan ketersediaan waktu kerja yang diperuntukan dalam memproduksi jumlah yang dibutuhkan.

Berikut ini adalah Rumus yang digunakan untuk menghitung Takt Time.

T = Ta / D

Dimana :

  • T = Takt Time
  • Ta = Time Available (Waktu kerja bersih yang tersedia)
  • D = Demand (Permintaan Pelanggan)

Catatan :
Time Available adalah Waktu kerja bersih yang tersedia dan benar-benar digunakan untuk kegiatan produksi. Jika suatu perusahaan menerapkan 8 jam kerja sehari (480 menit), maka jam kerja tersebut harus dikurangi waktu istirahat dan waktu-waktu non-produktif lainnya. Contohnya : 480 menit  – 60 menit istirahat = 420 menit kerja.

Contoh Kasus

Sebuah perusahaan Ponsel diminta untuk memproduksi 1000 unit Ponsel setiap harinya. Jam kerja perusahaan tersebut adalah dari Pukul 08.00 pagi hingga 16.00 sore (8 jam kerja) dengan 60 menit waktu Istirahat. Berapakah Takt Time produksi untuk menghasilkan setiap unit produk?

Diketahui :

Ta = 430 menit

D = 1000 unit

T = ?

Jawaban :

T = Ta / D
T = 430 / 1000
T = 0,43 menit atau 25,8 detik.

Jadi setiap 25,8 detik, produksi harus menghasilkan satu unit baru.

 

Perbedaan Takt Time dan Cycle Time

Banyak yang beranggapan bahwa Takt Time dan Cycle Time adalah sama. Namun pada dasarnya tidaklah demikian. Takt Time dan Cycle Time adalah dua hal yang berbeda. Jika dilihat dari definisinya maka yang dimaksud dengan Takt Time adalah Waktu yang harus dicapai oleh lini produksi untuk memenuhi jumlah unit yang diminta oleh Pelanggan. Sedangkan Cycle Time atau Siklus Waktu adalah Waktu dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit produk mulai dari awal proses hingga proses yang paling akhir.

Untuk mencapai jumlah unit yang diminta oleh Pelanggan, Cycle Time (Siklus Waktu) harus lebih rendah atau sama dengan Takt Time.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*