_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"www.ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"http://www.ilmumanajemenindustri.com","Category":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/category/manajemen-kualitas/","Archive":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/2016/11/","Post":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/sistem-manajemen-yang-wajib-diterapkan-pada-industri-manufakturing/","Page":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/daftar-isi-ilmu-manajemen-industri/","Attachment":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/sistem-manajemen-yang-wajib-diterapkan-pada-industri-manufakturing/sistem-manajemen-yang-wajib-yang-diterapkan-pada-industri-manufakturing/","Nav_menu_item":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/76/"}}_ap_ufee

Pengertian Biaya Kualitas (Quality Cost) dalam Produksi

Pengertian Biaya Kualitas (Quality Cost) dalam Produksi – Biaya Kualitas (Biaya Mutu) atau dalam bahasa Inggris sering disebut dengan Quality Cost adalah Biaya-biaya yang timbul dalam penanganan masalah Kualitas (Mutu), baik dalam rangka meningkatkan Kualitas maupun biaya yang timbul akibat Kualitas yang buruk (Cost of Poor Quality). Dengan kata lain, Biaya Kualitas (Quality Cost) adalah semua biaya yang timbul dalam Manajemen Kualitas (Quality Management).

Feigenbaum (1961) dalam bukunya yang berjudul “Total Quality Control” menyebutkan bahwa Biaya Kualitas terdiri dari 3 kategori utama, yaitu Biaya Pencegahan (Preventive Cost), Biaya Penilaian (Appraisal Cost) Biaya Kegagalan (Failure Cost). Biaya Kegagalan kemudian dibagi lagi menjadi 2 jenis yaitu Biaya Kegagalan Internal (Internal Failure Cost) dan Biaya Kegagalan Eksternal (External Failure Cost).

Biaya Pencegahan (Preventive Cost) adalah biaya yang dikeluarkan dalam mencegah terjadi kegagalan pada proses pertamanya seperti Biaya Pelatihan (Training Cost) dan Biaya Perencanaan Kualitas (Quality Planning). Biaya Peniliaian (Appraisal Cost) adalah biaya yang timbul saat melakukan penyaringan atau pendeteksian kegagalan produk seperti Biaya Pengujian, Inspeksi dan Proses Audit. Sedangkan Biaya Kegagalan adalah Biaya yang timbul akibat buruknya kualitas ataupun kegagalan produk yang tidak memenuhi standar pelanggan (Customer). Dalam Biaya Kegagalan ini, terdapat lagi biaya kegagalan Internal yang terjadi akibat buruknya kualitas selama proses produksi dan Biaya Kegagalan Eksternal yang terjadi akibat kegagalan produk yang telah dijual.

Untuk lebih jelas, silakan perhatikan Tabel dibawah mengenai 3 Kategori Utama Biaya Kualitas (Quality Cost) beserta contoh biaya-biaya yang akan timbul dari Biaya Kualitas tersebut.

Kategori Contoh Biaya yang perlu dikeluarkan
Biaya Pencegahan (Preventive Cost) 1.  Biaya Pelatihan (Training Cost)

2.  Proses Capability Studies (Penelitian Kapabilitas Proses)

3.  Vendor Survey

4.  Quality Planning and Design

Biaya Penilaian(Appraisal Cost) 1.  Segala Jenis Pengujian (testing) dan Inspeksi

2.  Pembelian Peralatan Pengujian dan Inspeksi

3.  Peninjauan Kualitas dan Audit (Quality Audit and Review)

4.  Biaya Laboratorium

Biaya Kegagalan(Failure Cost)Internal 1.  Biaya Scrap dan pengerjaan ulang (Rework)

2.  Biaya Perubahan Desain (Design Change)

3.  Biaya Kelebihan Persedian (Excess Inventory Cost)

4.  Biaya Pembelian Bahan

Biaya Kegagalan(Failure Cost)Eksternal 1.  Biaya Purna Jual  / Jaminan (Warranty)

2.  Biaya Pengembalian Produk (Return and Recall)

3.  Biaya Penangan Keluhan Pelanggan

4.  Biaya Ganti Rugi

 

Biaya akibat Kualitas Buruk / Cost of Poor Quality (COPQ)

Cost of Poor Quality (COPQ) adalah Biaya yang timbul akibat Kualitas Buruk atau kegagalan produk yang tidak memenuhi standar pelanggan (Customer).  Perusahaan yang mampu memperbaiki kualitasnya dan meng-eliminasi terjadi biaya COPQ ini akan dapat meningkatkan Laba Perusahaan sehingga memiliki keunggulan dalam bersaing dengan kompetitornya.

Biaya-biaya yang timbul akibat buruknya Kualitas bukan hanya 3 Kategori utama yang disebutkan diatas, tetapi terdapat juga kerugian-kerugian ataupun biaya-biaya tersembunyi lainnya (Hidden cost) seperti Kerugian akibat kehilangan Proyek / Bisnis, Biaya Manajemen, Kehilangan kepercayaan pelanggan, biaya kehilangan asset dan lain sebagainya. Biaya-biaya tersebut ibaratnya seperti Gunung Es yang penampakannya di permukaan air adalah lebih sedikit dibandingkan dengan yang tersembunyi di dalam air.

Biaya akibat Kualitas Buruk

Salah satu Strategi yang dipergunakan oleh Manajemen Perusahaan untuk meng-eliminasi COPQ (Cost of Poor Quality) adalah dengan menerapkan Metodologi Six Sigma. Dengan Six Sigma Manajemen Perusahaan dapat meng-identifikasikan penyebab-penyebab terjadinya kegagalan dan melakukan perbaikan-perbaikan untuk meningkatkan Kualitas secara keseluruhan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*