_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"www.ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"http://www.ilmumanajemenindustri.com","Category":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/category/manajemen-kualitas/","Archive":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/2016/11/","Post":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/sistem-manajemen-yang-wajib-diterapkan-pada-industri-manufakturing/","Page":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/daftar-isi-ilmu-manajemen-industri/","Attachment":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/sistem-manajemen-yang-wajib-diterapkan-pada-industri-manufakturing/sistem-manajemen-yang-wajib-yang-diterapkan-pada-industri-manufakturing/","Nav_menu_item":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/76/"}}_ap_ufee

Pengertian Check Sheet (Lembar Periksa) dan Cara Membuatnya

Pengertian Check Sheet (Lembar Periksa) dan Cara Membuatnya – Check Sheet merupakan salah satu tools di QC 7 tools (7 alat pengendalian kualitas) yang paling sederhana dan sering digunakan sebagai tools pertama dalam pengumpulan dalam sebelum digunakan untuk disajikan dalam bentuk grafik. Dengan menggunakan Check Sheet atau Lembar Periksa yang terstruktur dan standarisasi dengan baik maka kita dapat meminimalisasi perbedaan cara pengambilan data berdasarkan masing-masing orang.

Check Sheet merupakan tools yang sering dipakai dalam Industri Manufakturing untuk pengambilan data di proses produksi yang kemudian diolah menjadi informasi dan hasil yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.

Kapan kita akan gunakan Check Sheet ?

  1. Saat kita ingin meneliti (observasi) suatu proses secara berulang-ulang pada orang yang sama atau tempat yang sama.
  2. Saat kita ingin mengumpulkan data pada Proses tertentu di Produksi.
  3. Saat kita ingin mengetahui seberapa sering (frekwensi) suatu kejadian (events), permasalahan (problem), cacat (defect), penyebab permasalahan (causes), lokasi cacat (defect location) terjadi di proses produksi.

Prosedur Check Sheet :

  1. Menentukan kejadian atau permasalahan apa yang akan diteliti.
  2. Menentukan kapan data tersebut akan diambil dan berapa lama pengambilannya.
  3. Merancangkan formatnya
  4. Mencoba atau menguji Check Sheet tersebut dalam bentuk draft (naskah konsep) untuk memastikan check sheet tersebut mudah dipakai dan mencakup semua data yang kita butuhkan.
  5. Lakukan perubahan jika diperlukan.
  6. Isikan data setiap kali kejadian atau permasalahan yang kita teliti tersebut terjadi.

Elemen dalam Check Sheet :

  1. Judul Check Sheet atau Gambaran (description) mengenai proses yang ingin diteliti.
  2. Label atau Item permasalahan yang akan diambil.
  3. Daerah untuk menuliskan data.
  4. Keterangan data (jika diperlukan).
  5. Informasi lainnya di Check Sheet seperti Bulan dan Tahun, nama proses, nama perusahaan atau departemen (tambahkan informasi lain jika diperlukan).

Hal yang perlu diperhatikan :

  1. Formulir atau format harus dibuat sesederhana mungkin dan mudah dimengerti.
  2. Hanya menuliskan informasi yang kita butuhkan.
  3. Test atau coba dulu Check Sheet tersebut sebelum kita pakai dalam skala besar, lakukan perbaikkan jika diperlukan
  4. Menyediakan ruang ekstra untuk catatan penting yang mungkin tidak di antisipasi saat kita membuat Check Sheet
  5. Pastikan label dan data dapat dimengerti oleh orang yang mempergunakannya
  6. Check Sheet merupakan penyajian data yang ter-organisasi dan masih berbentuk data mentah (Raw Data). Masih memerlukan tools lain agar lebih baik dalam menterjemahkan hasil yang kita perlukan.

Contoh Check Sheet (Lembar Periksa)

Berikut ini adalah contoh Check Sheet dalam meneliti data cacat dalam suatu proses produksi:

Pengertian Check Sheet (Lembar Periksa) dan cara membuat Check Sheet

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*