_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"www.ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"http://www.ilmumanajemenindustri.com","Category":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/category/manajemen-kualitas/","Archive":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/2016/11/","Post":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/sistem-manajemen-yang-wajib-diterapkan-pada-industri-manufakturing/","Page":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/daftar-isi-ilmu-manajemen-industri/","Attachment":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/sistem-manajemen-yang-wajib-diterapkan-pada-industri-manufakturing/sistem-manajemen-yang-wajib-yang-diterapkan-pada-industri-manufakturing/","Nav_menu_item":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/76/"}}_ap_ufee

Pengertian Manajemen Persediaan (Inventory Management)

Pengertian Manajemen Persediaan (Inventory Management)

Pengertian Manajemen Persediaan (Inventory Management) – Pengendalian persediaan atau Inventory Control merupakan salah satu fungsi  yang sangat penting dalam manajemen, khususnya pada manajemen produksi dan operasi. Persediaan yang berlebihan akan menyebabkan pengeluaran biaya yang tinggi seperti biaya beban bunga pinjaman, biaya penyimpanan, risiko kerusakan pada persediaan. Sedangkan persediaan yang tidak cukup akan menyebabkan terhambatnya kelancaran produksi sehingga memiliki risiko hilangnya penjualan dan ketidakpuasan pelanggan akibat produk yang diinginkannya tidak dapat diterima pada waktu yang tepat. Manajemen Persediaan yang baik adalah Manajemen persediaan yang dapat menjaga keseimbangan antara investasi persediaan dengan tingkat pelayanan kepada konsumen.

Secara umum, Persediaan atau Inventory dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu atau sumber-sumber daya organisasi yang disimpan dalam antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan. Persediaan dapat juga diartikan sebagai sumber daya yang menganggur (idle resource) pada suatu organisasi. Di Produksi, Persediaan dapat didefinisikan juga sebagai sekumpulan produk fisik pada berbagai tahap proses transformasi, mulai dari bahan mentah ke barang dalam proses  hingga pada barang jadi yang siap untuk dikirimkan ke pelanggan.

Persediaan dalam perusahaan manufaktur pada umumnya meliputi bahan-bahan mentah (Raw Materials), barang-barang dalam proses (WIP), bahan-bahan pembantu/pelengkap (sub materials), komponen-komponen hasil rakitan dari perusahaan lain maupun perusahaannya sendiri (assembled components/modules) dan juga persediaan pada produk-produk akhir/barang jadi (Finished Goods). Namun banyak juga perusahaan atau organisasi yang memasukan uang, ruangan yang belum ditempati (space), tenaga kerja, mesin, suku cadang dan peralatan sebagai persediaan untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Fungsi Pengendalian Persediaan

Beberapa fungsi pengendalian persediaan diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai penyangga proses produksi (buffer) sehingga proses operasi dapat berjalan terus.
  2. Menetapkan jumlah barang yang harus disimpan sebagai sumber daya agar tetap ada.
  3. Menghindari kekurangan atau kelebihan bahan
  4. Mengurangi risiko perubahan harga akibat inflasi dan kenaikan harga dari pemasok

Biaya-biaya dalam Persediaan

Biaya-biaya dalam Persedian dapat dibagi menjadi 4 kategori biaya yaitu Biaya Penyimpanan, Biaya Pemesanan, Biaya Persiapan dan Biaya Kehabisan atau kekurangan bahan. Berikut dibawah ini adalah biaya-biaya yang termasuk ke dalam 4 kategori biaya tersebut.

Biaya Penyimpanan (Holding Cost / Carrying Costs)

Biaya Penyimpanan adalah biaya yang dikeluarkan untuk menyimpan barang-barang yang telah dipesan. Biaya-biaya penyimpanan ini diantaranya adalah :

  • Biaya untuk fasilitas penyimpan seperti biaya penerangan, biaya alat pengatur suhu dan kelembaban serta biaya sewa gudang
  • Biaya Modal
  • Biaya Keusangan
  • Biaya Penghitungan fisik dan konsiliasi laporan (stock take cost)
  • Biaya Asuransi
  • Biaya akibat pencurian, pengrusakan ataupun perampokan
  • Biaya penanganan persediaan
  • Biaya penyusutan persediaan
  • Biaya akibat perubahan harga
  • Biaya untuk Pelaksana gudang

Biaya Pemesanan (Order Costs)

Biaya pemesanan adalah biaya-biaya yang berhubungan dengan kegiatan pemesanan barang, mulai dari penempatan pemesanan (order) hingga tersedianya barang tersebut.  Biaya pemesanan biasanya tergantung pada frekuensi pemesanan dilakukan (berapa kali pemesanan dilakukan). Yang termasuk sebagai biaya pemesanan diantaranya adalah :

  • Pemrosesan pesanan dan biaya ekspedisi
  • Biaya pengiriman (biaya upah dan biaya transportasi)
  • Biaya komunikasi (seperti biaya telepon, biaya fax, surat menyurat)
  • Biaya pengepakan (packing)
  • Biaya pemeriksaan penerimaan (inspection cost)

Biaya Persiapan (Setup Cost)

Biaya Persiapan atau setup cost diantaranya adalah :

  • Biaya mesin-mesin yang menganggur
  • Biaya Persiapan Tenaga kerja langsung
  • Biaya penjadwalan

Biaya Kehabisan/kekurangan Persediaan bahan (Shortage Cost)

Yang dimaksud dengan biaya kehabisan/kekurangan persediaan bahan adalah biaya timbul akibat tidak tersedianya bahan yang diinginkan pada saat diperlukan. Biaya-biaya tersebut diantaranya adalah :

  • Hilangnya Penjualan (Sales lost)
  • Kehilangan Pelanggan
  • Biaya pemesanan khusus
  • Biaya Pengiriman khusus
  • Terganggunya Produksi

Untuk menyeimbangkan biaya Pemesanan dan Biaya Penyimpanan, kita dapat menggunakan Metode Perhitungan Pengendalian Persediaan yang disebut dengan Economic Order Quantity atau disingkat dengan EOQ.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*