_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"www.ilmumanajemenindustri.com","urls":{"Home":"http://www.ilmumanajemenindustri.com","Category":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/category/manajemen-kualitas/","Archive":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/2016/11/","Post":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/sistem-manajemen-yang-wajib-diterapkan-pada-industri-manufakturing/","Page":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/daftar-isi-ilmu-manajemen-industri/","Attachment":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/sistem-manajemen-yang-wajib-diterapkan-pada-industri-manufakturing/sistem-manajemen-yang-wajib-yang-diterapkan-pada-industri-manufakturing/","Nav_menu_item":"http://www.ilmumanajemenindustri.com/76/"}}_ap_ufee

Pengertian Stratification (Stratifikasi) dan Cara Membuatnya

Pengertian Stratification (Stratifikasi) dan Cara Membuatnya

Pengertian Stratification (Stratifikasi) dan Cara Membuatnya – Yang dimaksud dengan Stratification atau Stratifikasi dalam Manajemen Mutu adalah Pembagian dan Pengelompokan Data ke kategori-kategori yang lebih kecil dan mempunyai karakteristik yang sama. Tujuan dari Stratification (Stratifikasi) adalah untuk mengidentifikasikan faktor-faktor penyebab pada suatu permasalahan. Untuk dapat mengidentifikasikan kategori-kategori mana yang paling berpengaruh pada permasalahan yang sedang kita bahas, kita perlu menggunakan alat analisis mutu lainnya seperti Scatter Diagram ataupun Pareto Diagram.

Beberapa Contoh Stratification dalam produksi diantaranya seperti penggolongan :

  • Jenis kerusakan
  • Penyebab Kerusakan
  • Produk
  • Model
  • Mesin
  • Material (bahan)
  • Man (Operator yang mengerjakannya)
  • Tanggal Produksi
  • Supplier (Pemasok)
  • Tim Kerja atau Kelompok Kerja
  • Lokasi
  • Shift Produksi

Langkah-langkah Pembuatan Stratification (Stratifikasi)

Langkah-langkah yang diperlukan dalam Stratification (Stratifikasi) adalah sebagai berikut :

  1. Menentukan Tujuan dari pelaksanaan Stratifikasi
  2. Menentukan variabel atau kriteria yang akan dikelompokkan
  3. Membuat kelompok dan sub kelompok (jika diperlukan)
  4. Memasukan faktor-faktor kedalam kelompok ataupun subkelompok yang sesuai
  5. Agar data lebih mudah dilihat, data stratifikasi tersebut lebih baik dibuat ke dalam bentuk Pareto diagram atau Scatter Diagram.

 

Contoh Kasus dan Cara membuat Pengelompokan Data (Stratification)

Sebuah Perusahaan yang memproduksi DVD Player memiliki tingkat kegagalan produk yang tinggi yaitu sekitar 5% (5 unit DVD Player rusak pada saat proses produksi). Manajemen Perusahaan kemudian membentuk sebuah Gugus Kendali Mutu (GKM) untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya. Langkah pertama Kelompok kerja GKM ini adalah mengidentifikasikan penyebab utama terjadinya kegagalan. Oleh karena itu, dikumpullah data-data produksi selama 1 bulan terakhir. Dari data tersebut dibuatlah Stratifikasi atau pengelompokan data.

Berikut ini adalah data yang berhasil dikumpulkan oleh Kelompok Kerja GKM :

No. Defect Causes Responsible
1 Can not Playback Motor Defect Supplier
2 Can not Power ON Wire not soldered Workmanship
3 Can not Playback Wire not soldered Workmanship
4 Can not Playback Motor Defect Supplier
5 Can not Power ON Solder Short Workmanship
6 Display Dim LCD Defect Supplier
7 Display Dim LCD No solder Workmanship
8 Can not Playback Wire not soldered Workmanship
9 No Output Sound Connector not soldered Workmanship
10 Can not Playback Motor Defect Supplier
11 Can not Power ON Solder Short Workmanship
12 Can not Playback Missing Wire Workmanship
13 No Output Sound Chip Not soldered Dipping Machine
14 Display Dim Solder Short Workmanship
15 Can not Playback Wire not soldered Workmanship
16 No Display LCD Defect Supplier
17 No Display LCD No solder Workmanship
18 Can not Playback Solder Short Workmanship
19 Can not Playback Missing Component Workmanship
20 Can not Power ON Chip Not soldered Dipping Machine

Dari data diatas kita dapat membuat Stratifikasi atau Pengelompokan data menjadi 3 kategori yaitu berdasarkan Jenis Kegagalan (Defect), Penyebab Kegagalan (Causes) atau Pihak Penanggung Jawab (Responsible).

Sebagai contoh, Kelompok GKM Perusahaan tersebut ingin mengelompokan data berdasarkan Penanggung Jawab (Responsible) atau pihak yang paling besar kontribusinya terhadap kegagalan produksi DVD player, maka data tersebut akan disortir sehingga menjadi data seperti dibawah ini :

Responsible Quantity
Workmanship 13
Supplier 5
Dipping Machine 2

Untuk mempermudah dalam pengambilan keputusan pemecahan masalah, Data tersebut kemudian dioleh ke dalam bentuk Pareto Chart (Cara membuat Pareto Chart dapat dilihat di Artikel : Pengertian Pareto Chart dan Cara Membuatnya):

Pareto Chart setelah Pengelompokan data (Stratifikasi)

Dari Pareto Chart tersebut dapat lebih mudah kita lihat bahwa kontribusi terbesar kegagalan produk adalah dikarenakan oleh permasalahan “Workmanship” atau faktor pekerja yang menyebabkan terjadinya kegagalan produk tersebut. Dengan demikian kelompok kerja GKM seharusnya dapat mengambil tindakan yang sesuai agar dapat mengurangi permasalahan yang ditimbulkan oleh faktor pekerja.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*